Perlunya Revitalisasi Kebangsaan dan Bahaya Ancaman Media Sosial

Menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, pemerintah menaruh perhatian serius dalam hal persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini menjadi wajar dengan melihat banyaknya konflik yang terjadi di masyarakat hanya karena berbeda pandangan dan pilihan. Kondisi ini harus diantisipasi agar tidak semakin parah. Maka dari itu Pemerintah Desa Langon bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jepara mengadakan acara bertema Forum Komunikasi antara Pemerintah dengan Masyarakat.
Acara yang digelar pada hari rabu (21/11) ini melibatkan banyak pimpinan lembaga di desa Langon, mulai dari BPD, Ketua RT, FKPM hingga IPSM. Pada kesempatan kali ini Petinggi Desa Langon, Santoso, menyampaikan permohonan maaf kepada segenap kalangan dan meminta agar forum ini bisa dimanfaatkan guna mengantisipasi terjadinya konflik di desa. Hal ini tidak terlepas dari adanya benih-benih konflik yang bisa sewaktu-waktu terjadi menjelang pemilu mendatang.
Forum ini menghadirkan dua narasumber handal, Bapak Nur Zuhruf, S.Sos., M.H dari Kasubbid KesBangPol dan Bapak Kapten Ramelan dari Kodim 0719 jepara. Pada sesi pertama, Nur Zuhruf, memaparkan gambaran umum pemilu 2019. Banyak proses yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam menentukan nasib negara 5 tahun mendatang. Pum begitu, banyak partai dan calon pilihan tersedia yang bisa memecah belah bangsa karena beda pilihan.
Menambah apa yang disampaikan, Ramlan menuturkan bahwa persatuan bangsa adalah harga mati. Sesuatu yang harus diantisipasi dan diperjuangkan oleh segenap lapisan masyarakat. Kemerdekaan yang dirasakan saat ini adalah buah dari perjuangan para pahlawan.
Selanjutnya Ramlan menjelaskan bahwa persatuan kita dilemahkan dari berbagai aspek. Beliau mengibaratkan negara kita bak meja yang disanggah oleh 4 kaki. “Kaki-kaki” ini berbentuk politik, sosial budaya, TNI dan ekonomi. Empat hal ini mulai dirusak pihak luar yang menciptakan masalah di tengah masyarakat. Ini bisa dilihat dari tidak solidnya partai politik di Indonesia yang berimbas pada akar rumput masyarakat. Lebih dari itu masyarakat kita, mulai dari kalangan elit hingga bawah, banyak disibukan dengan sosial media. Kehidupan dunia maya ini bisa berefek pada dunia nyata. Banyak hoax dan informasi palsu yang dapat mengadu domba karena beda pandangan.
Oleh karena itu dirasa perlu untuk merevitalisasi wawasan kebangsaan kita. menurutnya ada tiga pilar yang harus diamalkan, yaitu rasa, paham dan semangat. Bahwa sebagai bangsa Indonesia harus menyamakan perasaan dan pemahaman guna menjaga keutuhan NKRI. Begitu halnya dengam semangat cinta tanah air yang harus terus ditanamkan. Beliau menambahkan hal kecil yang harus dijaga guna menjaga keamanan kita ialah kehidupan bertetangga karena yang paling mengenal kondisi kita adalah tetangga. Ini adalah unsur paling penting. Karena semua hal besar dimulai dari hal kecil, pum demikian dengan keamanan dan persatuan negara.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan