Mencekam! Reaksi Peserta Ruqyah Masal di Langon

Dua belas (12) rabiul awwal merupakan hari besar bagi umat islam. Pada tanggal tersebut nabi besar Muhammad SAW dilahirkan.  Tak ayal umat islam berlomba-lomba meramaikannya dengan berbagai macam kegiatan dalam rangka menghidupkan semangat juang sang nabi.

Dalam rangka itu pengurus masjid Miftahul Huda (13/6) Langon menyelenggarakan “Gebyar Maulid Masjid Miftahul Huda”. Banyak rangkaian kegiatan, semisal Ruqyah masal, lomba anak islami dan pengajian, yang akan dilaksanakan dari 20-23 November 2018.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan bapak Supriyanto selaku ketua pengurus masjid.

“Acara Gebyar Maulid ini dalam rangka memperingati kelahiran nabi Muhammad. Banyak kegiatan yang akan dilaksanakan,  mulai dari ruqyah masal bersama Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA),  lomba islami buat anak-anak dan umum dan puncaknya pengajian yang akan dihadiri K.H. Miftahul Huda Sulaiman dari Kajen.”tutur bapak yang juga menjabat bendahara desa langon ini.

Dari sekian banyak kegiatan, Ruqyah masal paling banyak mengundang perhatian.  Selain dari warga langon,  banyak peserta dari luar desa yang begitu antusias seperti dari Krapyak, Tegal Sambi dan Tahunan. Rata-rata mereka penasaran dan ingin berobat.

Ruqyah masal bersama JRA, tutur Supriyanto, merupakan yang pertama diadakan di kecamatan Tahunan. Tujuan dari kegiatan ini ialah dakwah pengobatan dengan media Al-Qur’an dengan semboyan Al-Qur’an menjadi obat utama dan pertama.

Dalam ruqyah ini banyak kejadian menegangkan berasal dari reaksi para peserta. Sebagian besar peserta muntah keras saat proses ruqyah berlangsung. Bahkan ada salah satu peserta yang pingsan selama kegiatan.

“Dari sekitar kurang lebih 140 peserta, 50% muntah berat dan 10% menunjukkan adanya reaksi jin dalam diri mereka”. Imbuh supri, panggilan akrabnya.

Acara yang dimulai jam 20.30 ini dimulai dengan rangkaian doa sebelum kemudian para peserta meminum air mineral disediakan panitia yang sudah ditaburi serbuk bidara. Ini nantinya mampu mendeteksi macam penyakit baik medis maupun non-medis.

“Ya, peserta yang diruqyah akan menunjukkan reaksi berbeda sesuai penyakit yang diidap. Jika muntah berarti mempunyai masalah medis. Penyakit yang dimaksud bisa dikenali dari warna muntahannya. Kalau muntahnya hitam berarti kena sihir” Jelas Supri.

Apabila ada gangguan jin, lanjut bapak 3 anak ini, akan langsung kelihatan.  Bisa jadi orangnya teriak-teriak sampai menangis. Bagi peserta yang bereaksi akan ditindak lanjuti dalam ruangan khusus.

Salah seorang peserta ruqyah bapak Surono, warga RT 13/6, merasakan reaksi yang luar biasa pada tubuhnya. Ia merasa tubuhnya sangat berat seperti ditimpa beban seberat 1 ton. Setelah dirasakan ia kemudiam dibawa ke dalam ruang tindak lanjut untuk bisa diobati.

Reaksi para peserta ruqyah yang muncul membuat suasana kegiatan malam hari itu makin mencekam. Banyak peserta yang histeris selama prosesi ruqyah. Setelah selesai acara kemudian dilanjutkan dengan sesi konsultasi keluhan penyakit.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan