Persyaratan Mengurus Nikah

Salam jomblowan/jomblowati yang masih setia dengan kesendiriannya. Kali ini kami hadir dengan lebih santai buat kalian. Pastinya para jomblo sudah tahu ya kalau “presiden” kalian Baim Wong (presiden jomblo) baru saja menikah. Nah loh, terus kalian kapan? Apa masih tetap setia dengan kejombloan?

Bagi jomblowan/jomblowati yang mau nikah pasti bingung ya apa saja yang harus dilakukan. Nah kali ini kami datang buat para jomblo agar tidak bingung lagi. Berikut hal-hal yang perlu disiapkan.

Hal pertama dan yang paling utama jomblowan/jomblowati perlu siapkan ialah harus ada pasangan. Bagaimana mau nikah kalau blm ada pasangan? Iya kan? Jangan sampai pasangan orang lain kalian rebut.

Yang kedua perlu kalian pastikan adalah pasangan kalian itu harus lawan jenis. Masak mau nikah sesama jenis? Kan tidak banget. Selain aneh juga dilarang agama.

Ok jomblowan/jomblwati, kalau hal pertama dan kedua sudah fix, kalian lanjut ke step selanjutnya. Perlu diketahui bahwa tiap daerah punya ketentuan masing-masing.

Langkah berikutnya yaitu kalian harus ke pak RT masing-masing untuk minta surat pengantar. Surat ini kemudian kalian lengkapi dengan dilampiri fotokopi KTP, Akta Lahir, Kartu Keluarga (KK) dan pas foto ukuran 3×4 sebanyak 6 (enam) lembar dan ukuran 4×6 sebanyak 4 (empat) lembar.

  1. Surat Pengantar RT
  2. Fotokopi KTP
  3. Fotokopi Akta Lahir
  4. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  5. Pas foto 3×4 (6 lembar) dan 4×6 (4 lembar)

 

Ok para jomblo kalau semua sarat tadi sudah terpenuhi, jomblowan/jomblowati selanjutnya perlu datang ke rumah Pejabat Pencatat Nikah (PPN), dalam hal ini yang ditunjuk adalah Bapak Shofwan (RT 7/4). Semua sarat tadi dibawa dan diserahkan pada beliau. Jadi jomblowan/jomblowati tidak perlu pusing. So, ayoooo nikah para jomblo.

Sekedar informasi biaya menikah, kalau nikah di rumah biayanya sekitar Rp. 600.000,-, sedangkan kalau nikah di kantor KUA selama jam kerja biaya free (gratis).

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan