Waspada HIV/AIDS, Langon Bentuk Warga Peduli

Dalam Al-Qur’an difirmankan “janganlah kalian mendekati zina”, hal ini lantas menjadi peringatan bagi semua orang, khususnya umat islam. Karena memang dari perbuatan tersebut bisa menimbulkan banyak akibat buruk, diantaranya penyakit HIV/AIDS. Penyakit mematikan yang sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan.

Guna mencegah terjadinya hal tersebut, selasa (18/12) kemarin Pemdes Langon, dalam hal ini Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), bekerjasama dengan Puskesmas Tahunan mengadakan Sosialisasi dan Pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA). Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 28 peserta dari semua kalangan.

Pada kesempatan ini, Bapak Totok selaku narasumber, memaparkan tentang bahaya HIV dan cara menanganinya. Beliau menuturkan virus ini bisa dicegah dengan cara menghindari perilaku beresiko.

“Guna mencegah terjangkit HIV kita harus menghindari hal-hal yang beresiko. Untuk anak muda hindari untuk kontak badan mulai dari pelukan ciuman dan akhirnya kesana. Karena kalau sudah terjangkit, akan susah untuk diobati. Selain itu kita juga harus setia dengan pasangan. Hal ini bisa menjauhkan dari hal yang tak diinginkan” papar Totok.

Virus berbahaya ini tidak haya menular dari hubungan intim, bisa juga dari kebiasaan mengkonsumsi narkoba dengan alat suntik. Juga tato, karen menggunakan jarum yang dipakai untuk banyak orang. Jadi lindungi diri anda dari HIV/AIDS.

Beliau juga memberitahu bahwa saat ini Kabupaten Jepara menduduki peringkat 3 untuk penemuan kasus HIV se-Jawa Tengah. Untuk peringkat pertama ditempati oleh Semarang. Namun bisa saja Jepara yang peringkat atas karena banyak juga orang Jepara yang tinggal di Semarang.

Siapapun bisa tertular HIV jika perilakunya beresiko. Orang yang terkana tidak akan tahu kalau dia positif HIV apabila tidak melakukan tes. Karena seringnya mereka yang terpapar virus ini terlihat sehat. Memang tidak bisa diobati tapi kalau dari awal sudah terdeteksi bisa diobati guna menekan virusnya.

“Apabila ada warga yang berperilaku beresiko jangan malu untuk melakukan tes, karena hanya dengan cara ini anda tahu positif atau tidak. Jangan sampai kemudian virus ini menyebar ke anak-anak anda, saudara dan orang lain.” Imbau Totok.

Orang yang sudah terjangkit biasanya menunjukkan gejala, seperti flu 2-3 hari dan sembuh sendiri, keringat berlebiha  pada malam hari, diare terus menerus, nafsu makan berkurang dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Selain itu, narasumber kedua bapak Rohmat, menjelaskan apabila sudah masuk tahap AIDS orang yang mengidap akan sangat berkurang kekebalan tubuhnya. Selain itu akan muncul penyakit tertentu seperti TBC, kanker, infeksi paru-paru hingga kekacauan mental.

Rohmat juga mengajak warga agar tidak mengucilkan orang-orang yang mengidap HIV apalagi mendiskriminasikannya. Orang terjangkit harus diajak untuk berobat agar mereka tahu bahaya jika tidak berobat dan manfaat apa yang bisa didapat. Sayangnya masyarakat kita masih sangat rentan dengan isu penyakit ini. Jadi kemauan untuk mengajak mereka yang terjangkit akan sangat sulit, bahkan cenderung dijauhi.

Maka dari itu menjadi tugas bagi Warga Peduli AIDS ini nantinya untuk menemukan orang berperilaku beresiko dan memberikan konsultasi pertama bagi mereka yang terjangkit. Hal ini bisa memutus penularan pada generasi kita.

Pada kesempatan ini juga dibentuk kelompok WPA yang diketuai oleh bapak Nur Khamid (ketua RT 15) dibantu oleh kurang lebih 20 personil. Kelompok ini nantinya bertugas menemukan kasus yang ada di Langon, yang menurut data puskesmas sudah ada 4 kasus. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan